Header Ads

25 February 2013


TERM OF REFERENCE (TOR)
“KONSEP DASAR PENCEGAHAN TERJADINYA BANJIR”

1.1.     Latar Belakang
Kabupaten Bireuen saat ini sering terjadinya banjir. Ancaman dari banjir sangat sulit untuk diprediksi, termasuk ancaman bencana alam lainnya. Sebagai contoh besar kejadian banjir yang terjadi di Kecamatan Pandrah dan Simpang Mamplang pada awal tahun 2013. Kejadian banjir tersebut disebabkan meluapnya air Krueng Surien akibat debit curah hujan yang terlalu tinggi. Dari kejadian tersebut kini semuanya telah berubah, lahan-lahan pertanian warga tergenam akibat banjir.
Ancaman banjir sangat sulit untuk diprediksi, kini setiap orang dituntut untuk berperan serta dalam program pelestarian lingkungan dalam mengatasi banjir. Setiap orang perlu memiliki kesadaran untuk menjaga sistem drainase yang ada di pemukimannya. Saat ini Pemerintah sangat menekankan gaya hidup ramah lingkungan yang akan memberi manfaat bagi kelestarian lingkungan tersebut. Sehingga, warga masyarakat mempunyai akses langsung bagi kehidupan. Di Aceh, kesadaran terhadap pentingnya drainase terbilang kurang, karena bisa dikatakan kurangnya kepedulian dari

22 February 2013

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas gempa yang tinggi kususnya di Aceh. Hal ini bisa dilihat dari beberapa gempa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena itu ketahanan gempa untuk suatu gedung menjadi sangat penting di Indonesia .
Gedung kuliah merupakan salah satu bangunan sipil yang sangat penting diperhitungkan terhadap ketahanan gempa, hal ini untuk menghindari gedung mengalami kegagalan struktur akibat dari gempa bumi. Oleh karena itu perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Provinsi Aceh, mengingat sebagian besar terletak wilayahnya dalam wilayah gempa dengan intensitas tinggi.

09 February 2013

Pada bagian ini dilakukan pengumpulan data-data yang ada berdasarkan masalah dan kebutuhan bangunan serta keperluan pada proses analisis struktur gedung. Adapun data-data yang diperlukan penulis uraikan sebagai berikut :

Data Struktur Bangunan

Konfigurasi bangunan

Denah struktur bangunan seperti terlihat pada lampiran Gambar 1.2 yang direncanakan memiliki konfigurasi sebagai berikut :

1.         Luas bangunan                 = 246,50 m2

2.         Tinggi perlantai                = 4 m
3.         Jumlah lantai                    = 2 lantai
Bentuk bangunan
Bangunan Gedung sekolah yang direncanakan berbentuk simetris tergolong dalam bentuk gedung beraturan. Untuk kejelasan bentuk bangunan gedung penelitian ini dapat dilihat pada lampiran A Gambar 1.1.

04 February 2013

KOLOM
Pada halaman ini berisi masalah yang terkait dengan struktur kolom seperti jenis-jenios kolom, analisis kolom pada kondisi beban sentris, beban seimbang, dan beban eksentrisitas, menggambar grafik kekuatan kolom, merencana kolom pada kondisi tekan menentukan, dan pada kondisi tarik menentukan. Diharapkan setelah mempelajari bab ini, mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis kolom dan batasannya, memahamai cara menganalisis kolom, dapat menggambarkan  diagram interaksi kekuatan aksial-momen kolom, dapat merencana tulangan kolom pada kondisi tekan dan tarik menentukan.

JENIS-JENIS KOLOM
Kolom adalah bagian struktur yang mendukung beban aksial. Dalam kenyataannya beban itu tidak mungkin bekerja persis pada sumbu memanjang kolom. Hal itu dikarenakan adanya ketidakseragaman bahan, kekangan ujung kolom,  eksentrisitas akibat ketidaktepatannya letak dan ukuran kolom, atau beban yang tidak simetris akibat perbedaan pelat di sekitar kolom tersebut sehingga timbul kombinasi beban aksial dan momen lentur. View All